<![CDATA[INSTITUT SINAR SURYA NEGARA - Artikel/Opini/News]]>Fri, 27 Mar 2020 19:39:08 -0700Weebly<![CDATA[GALAKKAN “LITERASI” SAYEMBARA Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” Online]]>Sat, 21 Mar 2020 12:10:19 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/galakkan-literasi-sayembara-menulis-cerita-rakyat-tabagsel-online
GALAKKAN “LITERASI”
SAYEMBARA Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” Online
 

Nama Lomba:
Sayembara Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL”
 
Periode Lomba:
23 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020


 
Ketentuan Lomba:

  1. Tema Sayembara Tulisan adalah “Cerita Rakyat TABAGSEL”.
  2. Peserta adalah Mahasiswa TABAGSEL (dibuktikan dengan foto Kartu Tanda Mahasiswa/KTM).
  3. Karya Tulis Cerita Rakya yang dilombakan berbentuk “Karangan Narasi”.
  4. Karya Tulis Cerita Rakyat TABAGSEL dikirimkan ke e-mail rusli.sinarhrp@gmail.com dengan melampirkan foto Kartu Tanda Mahasiswa/KTM.
  5. Cerita Rakyat adalah karya asli (dengan membuat pernyataan), ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dibenarkan menggunakan  bahasa daerah (Kearifan Lokal) untuk memperkaya bobot karya, tetapi harus dijelaskan dalam catatan kaki (foot-note).
  6. Panjang cerita rakyat 6.000 sampai dengan 9.000 kata. Ditulis dengan huruf Times New Roman, Font 12, berjarak 1,5 spasi.
  7. Naskah Cerita Rakyat yang dilombakan menjadi hak milik panitia dan hak cipta milik penulis.
  8. Setiap peserta hanya mengirimkan 1 (satu) karya terbaiknya.
  9. Pemenang Lomba akan diumumkan pada Tanggal 20 Mei 2020 melalui https://suryanegara.or.id/ dan akun Facebook Institut Sinar Surya Negara.
  10. Tidak ada pungutan Biaya Pendaftaran Sayembara Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” (Pendaftaran GRATIS).
 
Hadiah Lomba:

  1. Juara I      : e-sertifikat + Uang Pembinaan
  2. Juara II    : e-sertifikat + Uang Pembinaan
  3. Juara III   : e-sertifikat + Uang Pembinaan
 
Informasi Lebih Lanjut:
email: rusli.sinarhrp@gmail.com
Facebook: Institut Sinar Surya Negara
 
 
Encouraged by:
Institut Sinar Surya Negara (https://suryanegara.or.id/)
Ahmad Rusli (DIREKTUR); WA: 0813 6138 0815
  
   
]]>
<![CDATA[Fun with English: Cara Nyaman dan Menyenangkan dalam Belajar bahasa Inggris (Part-3): Menemukan Gaya Belajar Sendiri]]>Mon, 17 Feb 2020 17:55:58 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/fun-with-english-cara-nyaman-dan-menyenangkan-dalam-belajar-bahasa-inggris-part-3-menemukan-gaya-belajar-sendiriTags: Pendidikan, Pendidikan Bahasa Inggris
Picture
Nyatanya, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang hampir digunakan dalam segala aspek perkembangan ilmu dan pengetahuan. Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa pengantar maupun sebagai objek pelajaran bagi kebanyakan pelajar di dunia. Akan tetapi, umumnya, pelajar di Indonesia merasakan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sulit bahkan membosankan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, seperti bahasa Inggris bukan bahasa asli/bahasa Ibu di Indonesia ataupun bukan menjadi bahasa kedua, penggunaan bahasa Inggris yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari, sulitnya mempelajari tata bahasa dalam bahasa Inggris (Grammar/Structure), dan lain sebagainya.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa cara maupun metode yang efektif dan praktis diterapkan sehingga mindset terhadap pelajaran bahasa Inggris itu berubah. Dari yang berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit hingga yang beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris itu menjadi fun.
 

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
  1. Bersikap positif;
  2. Termotivasi;
  3. Menemukan gaya belajar sendiri;
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang sempurna (nyaman & menyenangkan);
  5. Membaca;
  6. Membuat catatan yang efektif;
  7. Mempelajari teknik menulis yang canggih;
  8. Bepikir kreatif dan cerdas;
Mengembangkan pengetahuan/pemahaman yang menakjubkan.

3. Menemukan Gaya Belajar Sendiri
Gaya belajar ialah cara memahami suatu materi pelajaran. Gaya belajar berkaitan erat dengan teknik, strategi, ataupun pendekatan. Setiap orang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri. Ada yang memiliki gaya belajar aktif, dan ada yang mampu menjalankan gaya belajar pasif.

Gaya belajar aktif ialah bentuk keaktifan si pembelajar dalam menggali dan memahami materi pelajaran. Ia cenderung menggunakan berbagai aspek yang mendukung untuk membantu ia dalam memahami materi pelajaran. Dengan kata lain, si pembelajar tidak hanya mengandalkan penjelasan ataupun pemaparan pelajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Akan tetapi, ia lebih giat dan termotivasi menggali lebih dalam lagi terkait materi pelajaran yang diberikan kepadanya.

Di sisi lain, gaya belajar pasif merupakan cara belajar yang cenderung mengandalkan apa yang didapati di dalam proses pembelajaran. Tidak terdapat usaha ataupun motivasi yang lebih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam hal ini, si pelajar hanya mengandalakn penjelasan yang disampaikan oleh guru di dalam proses pembelajaran sebagai bekal atau dasar dalam memahami materi pelajaran.

Terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris, kedua gaya belajar di atas juga berlaku. Artinya, umumnya si pembelajar bahasa Inggris memiliki gaya belajar yang aktif dan gaya belajar yang pasif. Akan tetapi, gaya belajar pasif kurang tepat dimiliki seseorang bila hendak menguasai pembelajaran bahasa Inggris. Sebab, bahasa Inggris merupakan materi pelajaran yang banyak membutuhkan praktik dalam memahami ataupun menggali keluasan ilmu pembelajaran bahasa Inggris. Dengan kata lain, gaya belajar aktif adalah gaya belajar yang lebih tepat digunakan oleh si pembelajar dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Inggris.

Nyatanya, terdapat banyak gaya belajar yang mengacu kepada gaya belajar aktif. Misalnya, demonstrasi, metode latihan, metode bermain peran, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, berbagai gaya belajar-aktif dapat diterapkan oleh pembelajar bahasa Inggris dalam memahami dan menggali berbagai materi pelajaran dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.        
(Admin.)
(Fun with English Concept: Part-3)
]]>
<![CDATA[Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H.: BPC HIPMI Padangsidimpuan Menjadi Wadah Mengembangkan Potensi Fresh Young Entrepeneur di Kota Padangsidimpuan.]]>Mon, 03 Feb 2020 10:47:36 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/tua-alfa-olo-harahap-sh-mh-bpc-hipmi-padangsidimpuan-menjadi-wadah-mengembangkan-potensi-fresh-young-entrepeneur-di-kota-padangsidimpuan
Tags: *Sosial-Kemasyarakatan, * Young Entrepeneur *Kota Padangsidimpuan
HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ialah suatu organisasi independen yang menjadi wadah bagi para pengusaha muda yang bergerak di bidang perekenomian. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi non-partisan yang mulai didirikan pada tanggal 19 Juni 1972. Para penggagas berdirinya organisasi HIPMI, antara lain Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH, Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah. Dalam perjalanannya, HIPMI membawa suatu misi ataupun semangat, yakni menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan pemuda-pemuda Indonesia.
Picture
Seiring perkembangannya, HIPMI telah menyebarluaskan semangat Young Entrepeneur hampir di seluruh wilayah Indonesia melalui berbagai Badan Pimpinan Daerah (BPD) maupun Badan Pimpinan Cabang (BPC). Salah satu diantaranya adalah BPC HIPMI Padangsidimpuan.

Picture
Saat ini, BPC HIPMI Padangsidimpuan telah masuk pada periode kedua, yakni BPC HIPMI Padangsidimpuan Periode 2020-2023. Dalam periode berjalan tersebut, BPC HIPMI Padangsidimpuan dinahkodai oleh Ketua Umum, Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H., yang dilantik pada Kamis, 30 Januari 2020.

Salah satu misi yang dibawakan oleh Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H. adalah “Mendorong Potensi Anak Muda sebagai Entrepreneur baru di Kota Padangsidimpuan”. Melalui misi tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan Periode 2020-2023 berkeyakinan bahwa keberadaan BPC HIPMI Padangsidimpuan dapat menstimulus lahirnya potensi dan pergerakan Fresh Young Entrepreneur di Kota Padangsidimpuan.

Stimulus tersebut terlahir melalui berbagai kegiatan maupun pergerakan yang dibangun serta dikembangkan oleh BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan. Jadi, setiap pemuda di Kota Padangsidimpuan memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam mengisi pembangunan di Kota Padangsidimpuan, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan Periode 2020-2023 meyakini bahwa eksistensi BPC HIPMI Padangsidimpuan dapat meningkatkan minat dan keterlibatan pemuda dalam bidang Entrepreneur di Kota Padangsidimpuan. Dengan demikian, keberadaan serta eksistensi BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan dapat menjadi bentuk sinergitas pemuda di Kota Padangsidimpuan dalam mendukung program pemerintah dalam bidang pembangunan ekonomi di Kota Padangsidimpuan.
(Admin.)
]]>
<![CDATA[Fun with English: Cara Nyaman dan Menyenangkan dalam Belajar bahasa Inggris (Part-2)]]>Sun, 02 Feb 2020 15:54:02 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/fun-with-english-cara-nyaman-dan-menyenangkan-dalam-belajar-bahasa-inggris-part-2
Nyatanya, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang hampir digunakan dalam segala aspek perkembangan ilmu dan pengetahuan. Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa pengantar maupun sebagai objek pelajaran bagi kebanyakan pelajar di dunia. Akan tetapi, umumnya, pelajar di Indonesia merasakan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sulit bahkan membosankan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, seperti bahasa Inggris bukan bahasa asli/bahasa Ibu di Indonesia ataupun bukan menjadi bahasa kedua, penggunaan bahasa Inggris yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari, sulitnya mempelajari tata bahasa dalam bahasa Inggris (Grammar/Structure), dan lain sebagainya.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa cara maupun metode yang efektif dan praktis diterapkan sehingga mindset terhadap pelajaran bahasa Inggris itu berubah. Dari yang berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit hingga yang beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris itu menjadi fun.
 
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
  1. Bersikap positif;
  2. Termotivasi;
  3. Menemukan gaya belajar sendiri;
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang sempurna (nyaman & menyenangkan);
  5. Membaca;
  6. Membuat catatan yang efektif;
  7. Mempelajari teknik menulis yang canggih;
  8. Bepikir kreatif dan cerdas;
  9. Mengembangkan pengetahuan/pemahaman yang menakjubkan.
Picture

2. Ter-Motivasi

 Motivasi merupakan salah satu soft-skill yang menjadi bagian dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Motivasi ialah dorongan atau semangat yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan demi mencapai suatu tujuan. Motivasi ini dapat timbul secara sadar maupun tidak sadar, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun masukan atau arahan dari orang lain. Jadi, motivasi itu dapat dikategorikan kepada motivasi internal dan motivasi eksternal.

Berkaitan dengan proses pembelajaran bahasa Inggris, motivasi menjadi peranan tersendiri bagi perkembangan penguasaan bahasa Inggris si pembelajar bahasa Inggris. Motivasi ini memberikan semangat yang kuat bagi si pelajar untuk mampu memiliki kemampuan berbahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan.

Secara nyata, motivasi yang tampak dalam proses pembelajaran bahasa Inggris adalah adanya kemauan si pelajar bahasa Inggris untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Sekalipun si pelajar tersebut belum mampu menggunakan bahasa Inggris secara baik dan benar. Dalam hal ini, si pelajar tersebut menggunakan bahasa Inggris secara bergantian atau bercampur dengan bahasa Inggris. Kondisi ini sering disebut dengan penggunaan bahasa mix-language.

Selain itu, motivasi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris ini juga tampak dari tekan si pelajar bahasa Inggris untuk mampu berkomunikasi tulis dengan menggunakan bahasa Inggris. Bentuk nyata motivasi dalam hal ini adalah tampaknya kemauan si pelajar menuliskan berbagai diksi benda-benda dalam kehidupan sehari-hari dalam versi bahasa Inggris.
Jadi, termotivasi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris dapat terlihat dari kemauan si pelajar bahasa Inggris untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun penggunaan bahasa Inggris tersebut masih jauh dari kategori baik dan benar. Hanya saja, poin motivasi yang terlihat adalah adanya kemauan kuat si pelajar bahasa Inggris untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harinya. (Admin.)
(Fun with English Concept: Part-2)

]]>
<![CDATA[Ibu Rumah Tangga, Motor Penggerak Budaya “CALISTUNG” bagi Anak.]]>Wed, 22 Jan 2020 01:42:26 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/ibu-rumah-tangga-motor-penggerak-budaya-calistung-bagi-anak
Oleh: *Heni Mulyani, S.Pd., M.Pd.
* Dosen Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Tags: Pendidikan, Literasi-CALISTUNG, Sosial-Kemasyarakatan
Setiap anak memiliki karakteristik unik. Anak-anak cenderung betingkah aktif-dinamis dalam mengeksplorasi pengetahuan maupun rasa ingin tahu yang melekat pada dirinya. Dalam kondisi ini, sosok Ibu Rumah Tangga memiliki peranan yang sangat penting. Junaidi (2017) mengisyaratkan bahwa Ibu sosok wanita yang mayoritas waktunya dipergunakan untuk mengajarkan dan memelihara anak anaknya dengan pola asuh yang baik dan benar. Salah satu bentuk pola asuh yang dapat ditemui dalam kondisi tersebut adalah penanaman budaya “CALISTUNG”. Dengan kata lain, Ibu, sebagai sosok yang lebih dekat dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak secara alamiah telah menjadi sosok penggerak budaya “CALISTUNG” bagi si anak.   
 
“CALISTUNG” ialah singkatan dari Baca-Tulis-Hitung. Dalam proses perkembangan anak, “CALISTUNG” menjadi pijakan dasar bagi si anak untuk melalui proses perkembanganya, khususnya di bidang pendidikan. Mulai dari masa prasekolah hingga masa si anak mengecap pendidikan tinggi.  
 
Nyatanya, terdapat berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Ibu Rumah Tangga dalam membangun serta mengembangkan budaya “CALISTUNG” bagi sang anak. Mulai dari kegiatan bernyanyi lagu anak, belajar menulis pola, serta melakukan hitungan bilangan, misalnya 1, 2, 3,,, lewat pemberian hadiah berupa mainan. Selain itu, berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh sang Ibu tersebut merupakan langkah  awal bagi si anak dalam mengembangkan potensi kognitif, psikomotorik, serta afektif yang melekat pada dirinya. Dengan kata lain, budaya “CALISTUNG” ialah budaya membangun pondasi-pondasi kognitif, psikomotorik, dan afektif (Septiani, dkk.: 2016). Oleh sebab itu, sang Ibu perlu menyadari dan memahami bahwa berbagai kegiatan bermain yang dilakukan bersama si anak perlu memiliki arah atau tujuan demi perkembangan pendidikan anak yang maksimal.
 
Salah satu langkah yang tepat dilakukan oleh sang Ibu rumah Tangga dalam mengembangkan budaya “CALISTUNG” anak adalah menentukan guidelines ataupun kurikulum perkembangan pendidikan si anak secara individu. Artinya, sang Ibu haruslah memiliki target pencapaian terkait dengan perkembangan si anak. Melalui target tersebut, sang Ibu dapat memastikan bahwa pola asuh yang diterapkan bagi si anak telah sesuai dengan perkembangan psikologis maupun sosialnya.
 
Jadi, mari kita para Ibu Rumah Tangga menuliskan kembali target pencapaian perkembangan “CALISTUNG” anak-anak di rumah. Sebab, kita lah sang Ibu yang memahami dan mengenali jati diri unik dari anak-anak kita.
]]>
<![CDATA[Fun with English: Cara Nyaman dan Menyenangkan dalam Belajar bahasa Inggris]]>Thu, 16 Jan 2020 17:32:05 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/fun-with-english-cara-nyaman-dan-menyenangkan-dalam-belajar-bahasa-inggris
Post by: Admin.
Tag: Pendidikan Bahasa Inggris
Picture
Nyatanya, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang hampir digunakan dalam segala aspek perkembangan ilmu dan pengetahuan. Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa pengantar maupun sebagai objek pelajaran bagi kebanyakan pelajar di dunia. Akan tetapi, umumnya, pelajar di Indonesia merasakan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sulit bahkan membosankan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, seperti bahasa Inggris bukan bahasa asli/bahasa Ibu di Indonesia ataupun bukan menjadi bahasa kedua, penggunaan bahasa Inggris yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari, sulitnya mempelajari tata bahasa dalam bahasa Inggris (Grammar/Structure), dan lain sebagainya.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa cara maupun metode yang efektif dan praktis diterapkan sehingga mindset terhadap pelajaran bahasa Inggris itu berubah. Dari yang berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit hingga yang beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris itu menjadi fun.

Picture
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
  1. Bersikap positif;
  2. Termotivasi;
  3. Menemukan gaya belajar sendiri;
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang sempurna (nyaman & menyenangkan);
  5. Membaca;
  6. Membuat catatan yang efektif;
  7. Mempelajari teknik menulis yang canggih;
  8. Bepikir kreatif dan cerdas;
  9. Mengembangkan pengetahuan/pemahaman yang menakjubkan.

Picture
1. Berpikir Positif
Berpikir merupakan proses pembelajaran yang mencukup: fase untuk mengetahui, fase untuk memahami, dan fase dalam mengimplementasikan suatu topik atau objek dalam tatanan pembelajaran. Kemudian positif adalah nilai ataupun kuliatas terbaik dari suatu proses maupun hasil. Jadi, berpikir positif adalah mengambil proses yang baik dan benar dalam mempelajari suatu topik demi mencapai suatu hasil yang maksimal.
 
Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris, berpikir positif bertalian dengan konsep dasar dan pola pikir pelajar dalam melihat dan memahami bahasa Inggris. Pelajar bahasa Inggris harusnya mampu melihat bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang sama penggunaan maupun fungsinya dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa yang lain yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan maupun fungsi bahasa Inggris tersebut haruslah di marked dengan alat komunikasi maupun media penyampaian informasi yang efektif digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pelajar bahasa Inggris harus mampu menemukan nilai-nilai positif penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pelajar bahasa Inggris harus memahami dan menyadari bahasa segala peralatan keseharian, mulai dari buku hingga perlengkapan lainnya telah dilabeli dengan bahasa Inggris (contoh: Buku Tulis; Note Book).
 
Bila berpikir positif dalam belajar bahasa Inggris ini mampu diterapkan, dengan sendirinya pelajar bahasa Inggris akan memiliki mindset bahwa bahasa Inggris tersebut tidaklah sulit untuk dipelajari. Dengan demikian, kebiasaan atau keseharian untuk menggunakan bahasa Inggris akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya.
(Fun with English Concept: Part-1)

]]>
<![CDATA[Kelompok Muda Mandiri dan Kreatif (KMMK) Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan: Komunitas Penggerak Kewirausahaan Sosial di Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan.(Refleksi Hari Lahir KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan yang Ke-7), January 06th, 2020]]>Mon, 06 Jan 2020 12:48:09 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/january-06th-2020Picture
Kelompok Muda Mandiri dan Kreatif (KMMK) Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan: Komunitas Penggerak Kewirausahaan Sosial di Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan.
(Refleksi Hari Lahir KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan yang Ke-7)

 
Oleh: Ahmad Rusli



Kelompok Muda Mandiri dan Kreatif (KMMK) Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan ialah salah satu komunitas pemuda yang menjalankan misi sosial dan kewirausahaan di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan. Kelompok ini berdiri atas dasar kepedulian dan keterpanggilan pemuda untuk berperan aktif dalam membangun aspek sosial dan kewirausahaan dengan semangat kemandirian dan kreativitas. Melalui semangat tersebut, kelompok ini berupaya menggali dan mengembangkan kewirausahaan sosial bagi pemuda.

Secara praktis, kewirausahaan sosial terdiri atas dua konsep, yakni misi sosial dan kewirausahaan. Misi sosial dilakukan dalam bentuk inovasi sosial yang mampu mengubah sistem yang ada di masyarakat. Kemudian kewirausahaan merupakan bagian usaha serta upaya individu yang bervisi, kreatif, berjiwa wirausaha dan beretika sosial. Jadi, kewirausahaan sosial merupakan penciptaan nilai sosial yang dibentuk dengan cara bekerja sama dengan orang lain  atau organisasi masayarakat yang terlibat dalam suatu inovasi sosial yang biasanya menyiratkan suatu kegiatan ekonomi. Dengan demikian, kewirausahaan sosial merupakan bentuk kegiatan sosial yang berujung pada keuntungan ataupun profit. Hanya saja, dalam konsep kewirausahaan sosial tersebut keuntungan diperoleh dengan menerapkan maupun melaksanakan nilai-nilai sosial serta misi sosial. Selain itu, kewirausahan sosial tersebut dapat melahirkan serta mengembangkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Pada dasarnya, terdapat berbagai kegiatan maupuan usaha yang telah dilakukan oleh KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan semenjak berdiri pada Tahun 2013. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain: melakukan penanaman seribu pohon di sekitara Danau Siais Tapanuli Selatan, membentuk kelompok pemuda dalam hal pembibitan buah lokal, melakukan pembibitan dan pemeliharaan ikan lele bagi pemuda, membentuk kelompok ternak kambing, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, seluruh kegiatan maupun usaha tersebut dilakukan sebagai bentuk usaha nyata dalam membangun dan mengembangkan gagasan kewirausahaan sosial bagi kalangan pemuda di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.

Akan tetapi, kegiatan maupun usaha yang telah dilakukan oleh KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan belum dapat menunjukkan hasil perubahan sosial yang signifikan di masyarakat, khususnya bagi kalangan pemuda. Akibatnya, KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan masih terbatas eksistensinya di kalangan masyarakat Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan. Dalam hal ini, fenomena eksistensi yang terkait dengan KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan terjadi karena masih terdapatnya beberapa keterbatasan, seperti: keterbatasan pengetahuan tentang kewirausahaan sosial, kehidupan sosial, kesejahteraan sosial, permodalan, manajemen usaha, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu strategi maupun dukungan yang efektif oleh pemerintah daerah, pihak swasta, maupun masyarakat sehingga KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan dapat meningkatkan kewirausahaan sosial di kalangan masyarakat Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan.

Strategi tersebut diharapkan mampu melahirkan suatu model kewirausahaan sosial yang menjadi karakter pemuda di kehidupan sosial kemasyarakatan di Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan. Dengan demikian, KMMK Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan dapat memantapkan serta memberdayakan konsep dan praktik kewirausahaan sosial yang berpeluang besar menjadi aset sosial-kemasyarakatan di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.
Picture

]]>
<![CDATA[Urgensi Pengembangan Program English Practice/English Club Bagi Mahasiswa Kesehatan di Kota Padangsidimpuan]]>Fri, 03 Jan 2020 10:28:12 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/urgensi-pengembangan-program-english-practiceenglish-club-bagi-mahasiswa-kesehatan-di-kota-padangsidimpuanPicture
    Oleh:
   Ahmad Rusli, M.Pd
   (Direktur Institut Sinar Surya Negara)




Bahasa Inggris ialah salah satu bahasa internasional yang telah digunakan dalam berbagai bidang ilmu dan pengetahuan sebagai sarana maupun media pembelajaran. Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris memiliki peranan sebagai bahasa kedua dan bahasa asing. Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dipahami sebagai alat komunikasi yang digunakan sebagai pilihan kedua dari bahasa ibu. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing diartikan sebagai media komunikasi dalam memperoleh serta mengembangkan ilmu dan pengetahuan.

Bahasa Inggris di Indonesia dipahami sebagai bahasa asing. Artinya, bahasa Inggris digunakan di Indonesia, khususnya peserta didik yang berada di Indonesia sebagai media komunikasi serta media memperoleh serta mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Oleh sebab itu, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi peserta mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi.

Mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) dan Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI), setiap satuan pendidikan tinggi perlu mengembangkan pemahaman serta keterampilan khusus dan umum peserta didik/mahasiswa berdasarkan disiplin ilmu pada program studi masing-masing yang mengacu kepada perkembangan ilmu dan teknologi serta kehumanioraan. Dalam hal ini, penerapan pembelajaran bahasa Inggris serta keterampilan dalam bahasa Inggris menjadi salah satu jalan mencapai haluan yang telah digarikan pada SN DIKTI dan KKNI.

Sejatinya, berbagai perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan tinggi bidang kesehatan di Kota Padangsidimpuan seharusnya menyadari peranan dan pentingnya keberadaan bahasa Inggris tersebut dalam perkembangan ilmu dan pengetahuan. Dengan menyadiri hal itu, maka pelaksana pendidikan tinggi tersebut dapat mencapai standar mahasiswa kesehatan yang memiliki kompetensi kesehatan yang berbasis kehumanioraan, salah satu diantaranya adalah memilliki keterampilan berbahasa Inggris.  
 
Akan tetapi, kondisi maupun situasi di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa di Kota Padangsidimpuan belum memiliki suatu program pengembangan keterampilan peserta didik/mahasiswa berbasis bahasa Inggris. Artinya, pelaksana pendidikan tinggi kesehatan  di Kota Padangsidimpuan masih kurang maksimal dalam memberikan fasilitas pembelajaran kepada peserta didik/maupun mahasiswa dalam memperoleh keterampilan bahasa Inggris sekalipun peserta didik/mahasiswa di kampus tersebut sangat familiar dengan penggunaan bahasa Inggris. Dalam hal ini, dapat dijelaskan bahwa proses pembelajaran peserta didik/mahasiswa di kampus tersebut bersentuhan dengan penggunaan terminology kesehatan yang diredaksikan dengan menggunakan bahasa Inggris. Dengan kata lain, proses pembelajaran bahasa Inggris yang bersentuhan dengan mata kuliah di kampus tersebut belum mampu mencapai standar keterampilan bahasa Inggris peserta didik/mahasiswa, khususnya di bidang kesehatan.

Berkaitan dengan itu, penulis melihat bahwa pelaksana pendidikan tinggi bidang kesehatan di Kota Padangsidimpuan perlu mengadakan suatu program pembelajaran bahasa Inggris di luar proses pembelajaran utama. Artinya, program tersebut haruslah menjadi acuan dalam standar pengelolaan pembelajaran serta pencapaian keterampilan berbahasa pada KKNI. Melalui program tersebut, penulis meyakini bahwa peserta didik/mahasiswa akan memiliki keterampilan bahasa Inggris yang dapat dikembangkan berdasarkan kepada bidang ilmu masing-masing. Selain itu, keberaaan program tersebut bisa menjadi benefit standard serta nilai positif bagi peserta didik/mahasiswa di kampus tersebut.


]]>
<![CDATA[Selamat Datang di Institut Sinar Surya Negara]]>Thu, 02 Jan 2020 14:36:30 GMThttp://suryanegara.or.id/artikelopininews/selamat-data-di-institut-sina-surya-negaraInstitut Sinar Surya Negara adalah salah satu lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan.
]]>