<![CDATA[INSTITUT SINAR SURYA NEGARA - KILAS]]>Sat, 06 Jun 2020 13:21:38 -0700Weebly<![CDATA[Hiruk Pikuk Sosial dalam “Equality Before The Law”  #Kilas Sosial-Kemasyarakatan]]>Tue, 02 Jun 2020 02:21:26 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/hiruk-pikuk-sosial-dalam-equality-before-the-law-kilas-sosial-kemasyarakatanOleh: Oleh: *Taufik Rahman
*Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
* Pimpinan Komisariat IMM Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan   
....................“Adanya, asas “Equality Before the Law” menjadi salah satu konsep hukum bagi setiap negara hukum di dunia, tak terkecuali di Indonesia.”: Taufik Rahman
Equality Before The Law adalah satu terminologi hukum yang memiliki makna adanya persamaan posisi di hadapan hukum, yang berarti terdapat suatu kesetaraan atau kesamaan dalam hukum pada setiap individu.
 
Di Indonesia, asas ini dibingkai dalam Pasal 27 ayat 1, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), yakni: “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan  itu dengan tidak ada kecualinya.”
 
Artinya, keberadaan makna “Equality Before the Law” memiliki kesetaraan makna dengan makna yang terkandung dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945, yaitu setiap warga negara Indonesia kedudukan haknya sama dan tidak dibeda-bedakan di dalam hukum dan pemerintahan. Dengan kata lain, kondisi sosial dalam implementasi hukum di Indonesia haruslah memegang teguh asas ataupun prinsip “Equality Before the Law”.
  
Akan tetapi, sejumlah fenomena hiruk-pikuk sosial dalam “Equality Before the Law” menjadi satu konsumsi bagi sosial-kemasyarakatan kita saat ini. Tidak sedikit keresahan sosial yang kita dapati akibat dari kurangnya implementasi “Equality Before the Law” dalam kehidupan sosial kita. Misalnya, fenomena pelaksanaan PSBB dalam situasi pandemi COVID-19. Dalam hal ini, tampak penerapan hukum atas kondisi sosial PSBB masih kurang maksimal. Masih terlihat samar adanya pejabat publik yang melanggar kondisi PSBB, sementara itu warga biasa diterapkan untuk ketat melaksanakan keberadaan PSBB.   
 
Jelas adanya, pemerintah telah memberikan aturan serta prosedur yang patutnya dijadikan pedoman dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan. Hal ini menjadi penting bagi kita masyarakat sosial dalam mencapai tujuan pemerintah, yakni memetakan dan memutuskan mata rantai penyebaran pandemi COVID-19 yang sedang kita alami.
 
Kondisi adanya hiruk-pikuk “Equality Before the Law” telah dipaparkan oleh Donald Black dalam buku The Behaviour of Law, yaitu proses bekerjanya hukum di samping menegakkan pasal-pasal dalam undang-undang, juga dipengaruhi oleh faktor di luar hukum. Salah satunya adalah stratifikasi sosial. Semakin kuat stratifikasi sosial (kedudukan) seseorang, maka semakin berpotensi orang itu mendapatkan perlakuan berbeda di depan hukum. Di sisi lain, pakar hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir menggambarkan bahwa implementasi pelaksanaan PSBB di Indonesia masih perlu penerapan hukum yang tegas, yakni peraturan yang tidak diskriminatif.      
 
Guna mengatasi hiruk-pikuk sosial tersebut, perlu adanya integritas, kredibilitas, profesionalisme, dan kesadaran hukum oleh masyarakat serta penegak hukum, khususnya pada prinsip “Equality Before the Law”. Bila hal ini dapat digalakkan, maka tidak akan ada lagi yang namanya pepatah “hukum Indonesia tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Denga kata lain, keberadaan Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945 nyata tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan kita.
 
 
SUMBER BACAAN:
Undang-Undang Dasar 1945
Undang – Undang nomor 2 Tahun 2018 Tentang MD3
 Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018
https://berpijar.co/blog nihilnya-equality-before-the-law-di-indonesia/amp/
https://m.detik.com/news/berita/d-5020393/habib-bahar-kembali-dipenjara-karena-ceramah-provokatif-dan-langgar-psbb
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200519103836-20-504789/ketua-mpr-minta-maaf-konser-bpip-tak-patuhi-social-distancing
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/nasional/read/2020/05/19/19441671/ketua-mpr-minta-maaf-konser-amal-covid-19-abaikan-protokol-kesehatan
https://www.rmolbanten.com/read/2020/05/20/17172/Pakar-Hukum:-Virus-Corona-Barang-Gaib-Aturannya-Harus-Tegas-Jangan-Diskriminatif-#.XsTismo6kWI.facebook
]]>
<![CDATA[Donasi dalam Kreasi: Giat Peduli Mahasiswa UNAR & UGN di Ramadhan dalam Pandemi COVID-19 #Kilas Sosial-Kemasyarakatan]]>Wed, 20 May 2020 01:47:18 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/donasi-dalam-kreasi-giat-peduli-mahasiswa-unar-ugn-di-ramadhan-dalam-pandemi-covid-19-kilas-sosial-kemasyarakatanOleh: *Tongku Harahap
* Pemerhati Pendidikan & Sosial-Kemasyarakatan TABAGSEL
Dewasa ini, COVID-19 (Corona Virus Diseases 2019) menjadi satu momok penyakit yang menggilas tatanan sosial-kemasyarakatan. Tidak terkecuali di daerah TABAGSEL, khususnya di Padang Sidempuan. COVID-19 telah memberikan dampak-negatif bagi  sosial-perekonomian masyarakatnya. Alhasil, mulai tampak gejala-gejala penghambatan laju perekonomian yang mengakibatkan kegundahan sosial.
 
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UNAR (Universitas Aufa Royhan) dan UGN (Universitas Graha Nusantara) tergerak untuk terlibat dalam satu donasi guna membantu kaum dhuafa yang berada di sekitaran Kota Padang Sidempuan. Giat donasi yang dilakukan kelompok mahasiswa tersebut dirangkai dalam kegiatan kreasi, yakni unjuk potensi seni di tengah masyarakat Kota Padang Sidempuan.
 
Dalam Ramadhan tahun ini, terlihat dua kali aksi “Donasi dalam Kreasi” yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa UNAR & UGN. Giat sosial ini dimotori oleh Anggi dan kawan-kawan. Terlihat Anggi, dkk. melakukan aksi penggalangan dana dengan mengamen di seputaran pusat Kota Padang Sidempuan dan tempat-tempat makan-minum di Kota Padang Sidempuan. Tentu, dalam aksinya tersebut kelompok mahasiswa tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran wabah COVID-19.
*************************
Terlepas dari kondisi COVID-19 di sekitaran Padang Sidempuan, “Donasi dalam Kreasi” yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa UNAR & UGN adalah bentuk dari aksi sosial-kemasyarakatan.
 
Kelompok mahasiswa tersebut menjalankan fungsi sosial-kemasyarakatan (https://suryanegara.or.id/kilas/apa-itu-sosial-kemasyarakatan) yang semestinya, yakni adanya kepedulian dan rasa kebersamaan dalam menghadapi gejolak sosial yang sedang berlangsung.
 
Mahasiswa UNAR & UGN berhasil mengimplementasikan nilai “sistem sosial”, (https://suryanegara.or.id/kilas/apa-itu-sosial-kemasyarakatan) yakni adanya karakter peduli terhadap gejolak sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kota Padang Sidempuan dan sekitarnya.
 
Apresiasi yang tinggi terhadap karakter-sosial yang dibangun oleh kelompok mahasiswa UNAR & UGN tersebut. Semoga hal tersebut mampu membangun kembali simpul-simpul sosial bagi masyarakat TABAGSEL, khususnya di Kota Padang Sidempuan.
]]>
<![CDATA[Filsafat Hukum: Hukum dalam Perspektif Sosial-Masa Sekarang #Kilas Sosial-Kemasyarakatan]]>Tue, 19 May 2020 18:59:53 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/filsafat-hukum-hukum-dalam-perspektif-sosial-masa-sekarang-kilas-sosial-kemasyarakatanOleh: *Taufik Rahman ||*Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan ||* Pimpinan Komisariat IMM Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan||

Picture
Hukum merupakan salah satu aspek yang perlu dikenali dan dipahami dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hukum menjadi acuan serta pedoman bagi masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Baik itu hukum yang bersifat mengikat, maupun hukum yang hadir atas kesepakatan (norma) dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam memahami pun mengenali hukum tersebut, terdapat landasan pemikiran yang sangat fundamental. Hal ini dinamakan dengan “FILSAFAT HUKUM”.
---------- --------- --------- ---

Batasan Filsafat Hukum
Filsafat Hukum ialah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Objek filsafat hukum adalah hukum itu sendiri. Dalam kajian filsafat hukum, hukum dikaji secara mendalam yang didasari pada kajian hakikat hukum.
 
Istilah filsafat hukum di Indonesia tidak bisa lepas dari kajian istilah hukum dari beberapa negara lain, seperti dari Inggris, Belanda, dan Jerman. Di Inggris, di kenal istilah Legal Philosophy atau Philosophy of Law. Di Belanda, diketahui filsafat hukum dengan istilah Wijsbegeerte van het Recht dan Rechts Filosofie. Sementara itu, di Jerman istilah filsafat hukum disebut dengan Filosofie des Rechts.
 
Para ahli/pakar kajian hukum di Indonesia memberikan batasan-batasan tentang “Filsafat Hukum”. Misalnya, Mochtar Kusumaatmadja menekankan bahwa “Filsafat Hukum” sebagai padanan dari Philosophy of Law atau Rechts Filosofie daripada Legal Philosophy. Istilah Legal dalam Legal Philosophy sama pengertiannya dengan Undang-Undang atau hal-hal yang bersifat resmi. Jadi, kurang tepat digunakan untuk peristilahan yang sama dengan Filsafat Hukum. Hal ini didasarkan pada argumentasi bahwa hukum bukan hanya Undang-Undang saja dan hukum bukan pula hal-hal yang bersifat resmi belaka.
 
Selanjutnya, Satjipto Raharjo menjelaskan bahwa filsafat hukum merupakan ilmu yang mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat dasar dari hukum. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi pertanyaan tentang hakikat hukum, dasar serta kekuatan mengikat dari hukum.
 
Jadi, filsafat hukum dapat digunakan untuk memahami bahan hokum atau kajian hukum. Selain itu, filsafat hukum juga merupakan bagian dari ilmu-ilmu hokum yang membahas: 1) hakikat hukum, 2) tujuan hukum, 3) kajian hukum dalam kehidupan sosial, dan lain sebagainya.
---------- --------- --------- ---

Filsafat Hukum Pada Masa Sekarang
Dimaksud dengan masa sekarang adalah dimulai sejak abad ke-19. Jika pada masa modern berkembang rasionalisme, pada masa sekarang rasionalisme dilengkapi dengan empirisme yang sebenarnya sudah dirintis pada masa modern. Tapi empirisme berkembang pesat pada abad ke-19. Dengan berkembangnya empirisme, faktor sejarah juga mendapat perhatian utama, termasuk dalam lapangan hukum.
 
Perhatian yang besar terhadap faktor sejarah ini antara lain diberikan oleh Hegel (1770-1831) dan Karl Marx(1818-1883). Hal yang sama terjadi pula di Jerman dengan muculnya Mazhab Sejarah dari von Savigny (1779-1861).Hegel sangat mementingkan rasio. Rasio di sini tidak hanya rasio individual, tetapi terutama rasio dari ilahi.

Pada Abad ke-20, pemikiran-pemikiran abad sebelumnya menemukan bentuknya kembali, sehingga lahir berbagai aliran filsafat seperti Neokantianisme, Neohegelianisme, dan Neomarxisme.
 
Aliran-aliran ini timbul sebagai reaksi atas positivisme yang memang menjadi aliran filsafat paling umum sampai saat ini. Empirisme yang berjaya pada Abad ke-19 ternyata juga terus berkembang pada Abad ke-20. Aliran-aliran yang berpangkal pada empirisme ini dapat digolongkan dalam neopositivisme.
 
Di Amerika, empirisme ini mengambil bentuk yang sangat berpengaruh sampai sekarang, yakni pragmatisme. Filsafat pragmatis menolak kebenaran pengetahuan melalui rasio semata. Kebenaran itu wajib diuji dengan dunia realistis. Timbulah aliran-aliran filsafat hukum yang disebut dengan Realisme Hukum.

Realisme Hukum tidak mengandalkan undang-undang sebagai sumber hukum utama. Sumber hukum yang paling utama adalah kenyataan-kenyataan sosial yang kemudian diambil alih oleh hakim ke dalam putusannya.
 
Jadi dalam Realisme Hukum, hakim memegang peranan penting. Pemberian kebebasan kepada hakim ini kemudian mencapai puncaknya dalam aliran Freirechtslehre yang paling menentang Positivisme Hukum.
 


Sumber Bacaan:
 
Darji Darmodiharjo, Shidarta, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1999.

Dewa Gede Atmadja, Filsafat Hukum Dimensi Tematis dan Historis, Setara Press, Malang, 2013.

Ida Bagus Wyasa Putra, Filsafat Ilmu : Filsafat Ilmu Hukum, Udayana University Press, Denpasar, 2013.

Theo Huijbers, 1982, Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah, Kanisius, Yogyakarta.

Abdul Ghofur Anshori, 2006, Filsafat Hukum Sejarah, Aliran dan Pemaknaan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

]]>
<![CDATA[Kesehatan Yang Terabaikan  #Kilas Sosial Kemasyarakatan]]>Sun, 10 May 2020 08:54:43 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/kesehatan-yang-terabaikan-kilas-sosial-kemasyarakatan
Oleh: *Muhammad Taufik Sasmita 
*Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; *Anggota IAKMI DKI Jakarta;
*Korps Sukarelawan PMI Jakarta Timur*; Penulis Buku Nafas Cendikiawan Muslim,;
*Enumerator SEANUTS (South East Asia Nutrition Surveys) II

Dalam mendapati Ramadhan tahun ini, kita mengalami perubahan yang sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari tidak adanya Sholat Tarawih berjamah di mesjid, ditiadakannya Sholat Jum’at, dan lain sebagainya. Intinya, kita diarahkan untuk menghindari kerumunan dan keramaian. 

Di dunia pendidikan juga mengalami perubahan, seperti maraknya sekarang pembelajaran jarak jauh, sidang proposal atau skripsi online, rapat online, kajian online, diskusi online, dan lain sebagainya.

Semua ini disebabkan karena saat ini dunia sedang dilanda pandemic COVID-19.
Semua menjadi tidak biasa.
__________________________________________________________________________________
Kita tahu bahwasanya kesehatan itu adalah sangat penting. Namun banyak dari manusia mengetahuinya ketika mereka sedang dilanda sakit, ketika tubuh tidak bisa bekerja lagi sebagaimana mestinya, dan ketika penyakit sudah memasuki tingkat keparahannya.
Seketika itu, barulah kita mengunjungi pelayanan kesehatan, baik itu rumah sakit, Puskesmas, klinik, dan lain sebagainya.

Tentu, seyogyanya hal itu merupakan suatu kesalahan yang sangat fatal.

Seharusnya, setiap manusia mengutamakan kesehatan sedini mungkin dan tidak mengabaikannya. Seperti menjaga kesehatan, pola makan, olahraga, rajin konsultasi kesehatan, dan lain sebagainya, sehingga dapat menunjang kesehatannya.
_________________________________________________________________________
Sehat itu tidak hanya secara fisik, bahkan mental, spritual maupun sosial dan ekonomi juga harus sehat, agar setiap orang dapat hidup produktif. (UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan)

Adanya, sebahagian besar dari masyarakat kita memiliki pengetahuan dan pemahaman kesehatan yang minim, bahkan sehat itu masih dipandang sebelah mata.

Tentu, semua permasalahan diatas merupakan tanggungjawab bersama, baik itu masyakarat, pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.

Kita harus saling bekerjasama dalam menyehatkan Indonesia. Saling bahu-membahu dalam membangun Negara ini. Yang mana ini telah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4, “…………memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan…………”
________________________________________________________________

Picture

H.L.Blum menyatakan bahwasanya
ada 4 faktor yang dapat
mempengaruhi derajat kesehatan
seseorang, yaitu :






1. Perilaku

Perilaku yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku dan gaya hidup. Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari banyak penyakit, diantaranya penyakit jantung, darah tinggi, stroke, kegemukan, diabetes mellitus, dan lain-lain.

2.Lingkungan    
Dalam kehidupan masyarakat disekitar kita, dapat kita rasakan daerah yang kumuh dan tidak dirawat, biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit, seperti gatal-gatal, infeksi saluran saluran pernafasan, dan infeksi saluran pencernaan. Lingkungan yang mendukung gaya hidup bersih juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

3. Keturunan
Banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah, namun sebagian penyakit tidak dapat dihindari, seperti penyakit akibat dari bawaan atau keturunan. Semakin besar penduduk yang memiliki risiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meningkatkan derajat kesehatan.

4.Fasilitas Kesehatan
Ketersediaan fasilitas dengan mutu pelayanan yang baik akan mempercepat perwujudan derajat kesehatan masyarakat.Dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu secara merata dan terjangkau akan meningkatkan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
__________________________________________________________________________________

Nah, selain kita harus tau dan paham tentang faktor-faktor yang dapat membuat derajat kesehatan meningkat atau menyebabkan orang sakit. Kita juga harus tau dan paham bagaimana cara pencegahan penyakit.

Menurut Leavel and Clark upaya pencegahan (preventive) terbagi menjadi 5 :
A. Masa sebelumsakit
1. Mempertinggi
nilai kesehatan. (Health promotion)
Promosi kesehatan adalah tahapan yang pertama dan utama dalam hal mencegah penyakit agar masyarakat berubah perilakunya, dari perilaku yang tidak baik menjadi baik.
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya.
beberapa usaha di antaranya: peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air rumah tangga yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran, air limbah, hygiene perorangan, rekreasi, sex education, persiapan memasuki kehidupan pranikah dan persiapan menopause.

2. Memberikan perlindungan khusus terhadap sesuatu penyakit. (Specific protection)
Perlindungan khususya itu perlindungan yang diberikan kepada orang-orang atau kelompok yang beresiko terkena suatu penyakit tertentu, agar kelompok yang beresiko tersebut dapat bertahan dari serangan penyakit yang mengincarnya.
Contohnya: penggunaan sarung tangan  dan masker saat bekerja sebagai tenaga kesehatan, vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit tertentu, isolasi penderitaan penyakit menular, dan pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat-tempat umum maupun di tempat kerja.
 
B. Pada masa sakit
1. Mengenal
dan mengetahui jenis pada tingkat awal, serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera. (Early diagnosis and treatment)
Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dan cepat merupakan langkah pertama ketika seseorang telah jatuh sakit, agar sakit yang dideritanya dapat segera diidentifikasi dan dapat mencegah orang yang sudah sakit, agar penyakinya tidak tambah parah.Semakin cepat pengobatan diberikan kepada penderita, maka semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.
Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dan cepat,dapat mengurangi biaya pengobatan dan dapat mencegah kecacatan, yang mungkin timbul jika suatu penyakit dibiarkan tanpa tindakan kuratif.
Contohnya:Mencari penderita di dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan, misalnya pemeriksaan darah, roentgent paru-paru dan sebagainya serta segera memberikan pengobatan

2. Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu penyakit. (Disability limitation)
Kecacatan yang ditakutkan yaitu kecacatan yang terjadi karenadisebabkanpengobatan kepada penderita yang tidak sempurna Banyak penyakit yang dapat menimbulkan kecacatan dapat dicegah dengan pengobatan yang lebih sempurna. Salah satunya adalah dengan meminum obat yang diberikan oleh dokter sampai habis. Pengobatan yang tidak layak dan tidak sempurna dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan cacat atau ketidakmampuan.
Contoh: PenyakitTuberculosis (TBC)
Orang yang sudah terkena penyakit TBC, harus melakukan pengobatan secara tuntas selama 6 bulan. Dan jika itu tidak dilakukan secara tuntas, maka penyakit yang dideritaakan semakin parah, virusnya menjadi resisten dan sulit untuk disembuhkan.

3. Rehabilitasi. (Rehabilitation)
Rehabilitasi merupakan tahapan yang sifatnya pemulihan. Ditujukan pada kelompok masyarakat yang dalam masa penyembuhan sehingga diharapkan agar benar- benar pulih dari sakit, sehingga dapat beraktifitas dengan normal kembali.Apalagi kalau suatu penyakit sampai menimbulkan cacat kepada penderitanya, maka tahapan rehabilitasi ini bisa dibilang tahapan yang menentukan hidupnya kedepan akan seperti apa nantinya.

Perlu diketahui bahwa dalam tahapan rehabilitasi minimal ada 4 poin yang harus diperhatikan, yakni pemulihan fisiknya (penderita memperoleh perbaikan fisik), pemulihan mentalnya (penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan sosial), pemulihan status sosialnya dalam masyarakat (penderita menempati suatu pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja), serta pemulihan estetis (penggunaan mata palsu, kaki palsu).
________________________________________________________________________

Jadi dari sini kita dapat simpulkan, bahwa kesehatan itu sangat penting, dan harus diupayakan sedini mungkin, agar penyakit dapat dikendalikan dan tidak terjadi hal yang fatal terhadap pasien, bahkan hingga catatatan meninggal.
 
Jaga kesehatan, sayangi diri anda, keluarga, dan masyakarat sekitar.
Generasi muda yang sehat akan menghasilkan bangsa yang kuat.
Sumber Bacaan:

Notoatmodjo, S. 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: RinekaCipta

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/view/1012/1125

http://www.dpr.go.id/jdih/uu1945


]]>
<![CDATA[Apa itu Sosial-Kemasyarakatan?]]>Mon, 27 Apr 2020 17:53:37 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/apa-itu-sosial-kemasyarakatanPicture


Sosial-Kemasyarakatan merupakan suatu istilah yang dibangun dari dua padanan kata, yakni ‘Sosial dan Kemasyarakatan’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna ‘Sosial’ adalah ‘berkenaan dengan masyarakat’. Kemudian ‘Kemasyarakatan” dalam KBBI memiliki makna ‘perihal (mengenai) masyarakat’.

Jadi, dapat dipahami bahwa “Sosial-Kemasyarakatan” merupakan bentuk atau gambaran hubungan dan/atau interaksi yang terjadi dalam suatu masyarakat.

Tentu, setiap manusia tidak dapat lepas dari hubungan atau interaksi sosial. Oleh sebab itu, manusia disebut juga sebagai makluk sosial. Artinya, manusia selalu memerlukan hubungan atau interaksi dengan manusia lain guna mencapai suatu tujuan, meskipun bentuk hubungan atau interaksi tersebut terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dalam fungsinya sebagai makluk sosial, perlu dipahami berbagai perihal yang berkaitan dengan ‘Sosial-Kemasyarakatan”, antara lain:

1. Hakikat Masyarakat
Masyarakat diartikan sebagai bentuk kesatuan hidup manusia yang terikat dalam satu sistem interaksi sosial, seperti sistem adat-istiadat, sistem sosial-identitas, sistem sosial-akademik, sistem sosial-kemasyarakatan, dan lain sebagainya. Segala bentuk sistem-sosial yang dibangun dan terbangun dalam suatu masyarakat tersebut diikat dengan rasa satu komunitas, sehigga keberadaannya disebut sebagai masyarakat.

2. Struktur Sosial
Struktur sosial merupakan gambaran dari pola atau sistem interaksi yang berlaku dalam suatu masyarakat. Struktur sosial melahirkan berbagai jejaring sosial atau relasi sosial yang diikat dalam dengan berbagai kaidah, budaya, maupun peraturan atau norma.

3. Interaksi Sosial
Interaksi sosial ialah bentuk hubungan yang terjadi dalam satu sistem masyarakat. Interaksi sosial tampak pada bentuk hubungan sosial serta komunikasi sosial yang terjalin dalam satu tatatan masyarakat. Interaksi sosial ini dapat terlihat dari adanya komunikasi, kerja sama, kompetensi, dan berbagai argumentasi yang terjadi di dalam masyarakat.

4.Lembaga Kemasyarakatan
Lembaga kemasyarakatan merupakan suatu organisasi atau sistem yang berlaku dalam suatu masyarakat. Organisasi ataupun sistem ini memiliki pola yang regulatif dan mengikat berdasarkan kaidah atau peraturan, nilai, ideologi di dalam masyarakat. Lazimnya, lembaga kemasyarakatan hadir sebagai bentuk kontrol sosial terhadap interaksi dan sistem sosial yang berlaku di dalam suatu masyarakat.
 
5. Sistem Sosial
Sistem sosial dapat dipahami dengan nilai atau kaidah yang berlaku dalam suatu struktur sosial. Sistem sosial menjadi bahagian karakter atau sifat dari masyarakatnya. Oleh sebab itu, sistem sosial menjadi suatu aturan atau keyakinan akan nilai-nilai luhur di dalam suatu masyarakat.

6. Bentuk Sosialiasi Sosial
Sosialiasi sosial merupakan suatu proses yang berlaku dalam suatu sistem sosial kemasyarakatan. Bentuk sosialisasi sosial ini terlihat dari perilaku individu dalam menjalin dan membangun hubungan serta interaksi sosial di dalam masyarakat.

7. Pendekatan Sosial
Pendekatan sosial ialah bentuk hubungan serta komunikasi yang dibangun dalam mencapai suatu sistem sosial di dalam masyarakat. Pendekatan sosial ini lazim ditemukan dalam berbagai interaksi sosial, sosialisasi, komunikasi sehari-hari, dan lain sebagainya.


Post by: Admin


Sumber:
  1. https://kbbi.web.id
  2. Artikel “Wawasan Sosial Kemasyarakatan” (dirangkum dari berbagai sumber)
]]>
<![CDATA[Kenali Tiga Jalur Pendidikan di Indonesia #Kilas Pendidikan]]>Mon, 20 Apr 2020 13:09:31 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/kenali-tiga-jalur-pendidikan-di-indonesia-kilas-pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu aspek terpenting dalam tatanan peradaban bagi suatu bangsa dan negara, sebab pendidikan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Oleh sebab itu, setiap bangsa dan negara selalu berlomba-lomba dan bahu-membahu demi mencapai kemajuan pendidikan.

Guna mencapai kemajuan pendidikan, perlu kiranya bagi kita mengenali berbagai jalur pendidikan yang digunakan dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan.

Di Indonesia, terdapat tiga jalur pendidikan, yakni jalur pendidikan formal, jalur pendidikan nonformal, dan jalur pendidikan informal, sebagaimana yang dijelaskan dalam  Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Picture
JALUR PENDIDIKAN FORMAL
Pendidikan formal merupakan suatu jalur pendidikan yang sistematis, yaitu jalur pendidikan yang memiliki struktur serta jenjang pendidikan. Jalur pendidikan formal di mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini.
Jenjang pendidikan ini dikenali dengan istilah "Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-Kanak (TK), serta pendidikan yang sejenisnya.

Jenjang selanjutnnya adalah jenjang pendidikan dasar atau dikenal dengan istilah "Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya, terdapat jenjang pendidikan menengah pertama atau dikenal dengan istilah Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajatnya. 

Setelah itu, jejang pendidikan formal yang lebih tinggi, yaitu "Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat serta Pendidikan Tinggi (PT) atau tingkat Universitas.

Dalam pelaksanaan pendidikan formal, pendidikan tersebut dapat dilaksanakan dalam pendidikan formal dengan status negeri dan pendidikan formal dengan status swasta. Dengan kata lain, segala jenjanga pendidikan formal di Indonesia dapat dilaksanakan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta dengan memperhatikan undang-undang serta peraturan yang berlaku. 

Berikut ciri-ciri dari Pendidikan Formal, antara lain:
1. Tempat pembelajaran di gedung sekolah;
2. Ada persyaratan khusus untuk menjadi peserta didik;
3. Memiliki kurikulum yang jelas;
4. Materi pembelajaran bersifat akademi;
5. Proses pendidikannya memakan waktu yang lama;
6. Adanya ujian formal;
7. Penyelenggara pendidikan adalah pemerintah atau swasta;
8. Tenaga pengajar memiliki klasifikasi tertentu;
9. Diselenggarakan dengan administrasi yang baku.

JALUR PENDIDIKAN NONFORMAL
Pendidikan nonformal merupakan suatu jalur pendidikan yang dilaksanakan di luar jalur dari pendidikan formal. Pendidikan nonformal juga memiliki jenjang serta struktur dalam pelaksanaannya.

Pendidikan nonformal biasanya dilaksanakan oleh berbagai lembaga pendidikan yang berorientasi kepada kursus, pelatihan, kelompok belajar, dan lain sebagainya. Pendidikan nonformal juga memiliki kualifikasi penilaian tersendiri yang di dasarkan kepada Standar Nasional Pendidikan.

Jadi, hasil dari pendidikan nonformal nantinya dapat disetarakan dengan hasil program pendidikan formal.
 
Berikut ciri-ciri dari Pendidikan Nonformal, antara lain:
1. Tempat pembelajarannya bisa di luar gedung;
2. Kadang tidak ada persyaratan khusus;
3. Adanya program tertentu yang khusus hendak ditangani;
4. Bersifat praktis dan khusus;
5. Pendidikannya berlangsung singkat;
6. Dapat dilakukan oleh pemerintah atau swasta.
Picture



JALUR PENDIDIKAN INFORMAL
Pendidikan Informal merupakan jalur pendidikan yang dilakukan secara mandiri. Jalur pendidikan ini biasanya ditemukan dalam tatanan lingkungan keluarga serta kelompok yang mengedepankan kegiatan pembelajaran secara mandiri.

Hasil dari pendidikan informal dapat diakui setara dengan hasil pendidikan formal setelah melewati serangkaian persyaratan dan ujian berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.  

Berikut ciri-ciri Pendidikan Informal, antara lain:
1. Tempat pembelajaran bisa di mana saja;
2. Tidak ada persyaratan;
3. Tidak berjenjang;
4. Tidak ada program yang direncanakan secara formal;
5. Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara formal;
6. Tidak ada lembaga sebagai penyelenggara.
Post by: Admin
*dirangkum dari berbagai sumber
]]>
<![CDATA[Mengenali Tujuan Pendidikan Nasional  #Kilas Pendidikan]]>Sat, 11 Apr 2020 13:01:15 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/mengenali-tujuan-pendidikan-nasional-kilas-pendidikan
Pendidikan menjadi satu aspek yang mendasar bagi kehidupan bangsa dan negara, sebab pendidikan dijadikan sebagai salah satu tolak ukur kemajuan peradaban suatu bangsa dan negara. Oleh sebab itu, kemajuan bidang pendidikan dapat dijadikan acuan dalam menilai kemajuan suatu bangsa dan negara.

Dalam perkembangannya, tujuan pendidikan nasional di Indonesia disesuaikan dengan kemajuan ilmu dan pengetahuan serta teknologi. Melalui berbagai upaya, pemerintah maupun segala pihak yang terkait terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Guna mencapai kemajuan pendidikan, kita perlu mengetahui dan mengenali tujuan pendidikan nasional di Indonesia. Terdapat berbagai tujuan pendidikan nasional. seperti yang dijelaskan dalam  berbagai artikel kompasiona.

Tujuan Pendidikan Nasional, antara lain:

1. Manusia Yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Berakhlak Mulia;
3. Cakap;
4. Kreatif; dan
5. Mandiri.

Dari beberapa tujuan pendidikan nasional di atas, maka dapat dipahami bahwa pendidikan dan proses pendidikan itu sendiri di Indonesia dilaksanakan guna melahirkan pribadi individu yang memiliki keyakinan atas Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini ditekankan guna pendidikan kita di Indonesia dapat membentengi pribadi individu yang beriman, sebagai mana yang digariskan dalam Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, "Manusia Yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa" menjadi tujuan yang utama dalam pendidikan nasional kita.

Setelah memiliki keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pribadi individu yang mengecap pendidikan haruslah mampu menunjukkan sikap dan akhlak yang mulia. Akhlak mulia adalah salah satu solusi untuk menghindari konflik antar individu. Melalui tujuan ini, individu maupun pribadi yang mengenali pendidikan diharapkan dapat menciptakan dan mengembangkan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik.   

Selanjutnya, cakap atau kecakapan menjadi satu tujuan dalam penididikan nasional kita. Cakap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sanggup dalam melakukan sesuatu. Melalui tujuan ini, pribadi individu harus mampu memiliki suatu kecakapan tertentu dalam proses pendidikan yang dijalaninya. Cakap dalam menulis dan membaca merupakan keharusan yang harus dipenudi dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Melalui kecapakan tersebut, pribadi individu diharapkan dapat memahami dan menyampaikan apa yang dipelajarinya. Tujuan pendidikan ini penting sebagai tolak ukur kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Di sisi lain, kreatif dan mandiri menjadi acuan atau tujuan pendidikan nasional di Indonesia. Kreatif merupakan kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah dengan berbagai cara dengan memaksimalkan daya cipta yang melekat pada dirinya. Mandiri adalah keadaan dimana seorang individu dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Berbagai macam solusi dari suatu masalah dapat tercipat dari kreatifitas dan kemandirian pribadi individu. Tujuan ini harus diterapkan untuk menjadikan pribadi individu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah nya sendiri atau membantu orang lain. Selain itu, pribadi individu yang kreatif dan mandiri diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan solusi untuk berbagai masalah yang ada pada bangsa.

Tujuan Pendidikan Nasional, sudahkah kita kenali?

(Admin: dirangkum dari berbagai sumber).

]]>
<![CDATA[GALAKKAN “LITERASI” SAYEMBARA Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” Online]]>Sat, 21 Mar 2020 12:10:19 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/galakkan-literasi-sayembara-menulis-cerita-rakyat-tabagsel-online
GALAKKAN “LITERASI”
SAYEMBARA Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” Online
 

Nama Lomba:
Sayembara Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL”
 
Periode Lomba:
23 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020


 
Ketentuan Lomba:

  1. Tema Sayembara Tulisan adalah “Cerita Rakyat TABAGSEL”.
  2. Peserta adalah Mahasiswa TABAGSEL (dibuktikan dengan foto Kartu Tanda Mahasiswa/KTM).
  3. Karya Tulis Cerita Rakya yang dilombakan berbentuk “Karangan Narasi”.
  4. Karya Tulis Cerita Rakyat TABAGSEL dikirimkan ke e-mail rusli.sinarhrp@gmail.com dengan melampirkan foto Kartu Tanda Mahasiswa/KTM.
  5. Cerita Rakyat adalah karya asli (dengan membuat pernyataan), ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dibenarkan menggunakan  bahasa daerah (Kearifan Lokal) untuk memperkaya bobot karya, tetapi harus dijelaskan dalam catatan kaki (foot-note).
  6. Panjang cerita rakyat 6.000 sampai dengan 9.000 kata. Ditulis dengan huruf Times New Roman, Font 12, berjarak 1,5 spasi.
  7. Naskah Cerita Rakyat yang dilombakan menjadi hak milik panitia dan hak cipta milik penulis.
  8. Setiap peserta hanya mengirimkan 1 (satu) karya terbaiknya.
  9. Pemenang Lomba akan diumumkan pada Tanggal 20 Mei 2020 melalui https://suryanegara.or.id/ dan akun Facebook Institut Sinar Surya Negara.
  10. Tidak ada pungutan Biaya Pendaftaran Sayembara Menulis Cerita Rakyat “TABAGSEL” (Pendaftaran GRATIS).
 
Hadiah Lomba:

  1. Juara I      : e-sertifikat + Uang Pembinaan
  2. Juara II    : e-sertifikat + Uang Pembinaan
  3. Juara III   : e-sertifikat + Uang Pembinaan
 
Informasi Lebih Lanjut:
email: rusli.sinarhrp@gmail.com
Facebook: Institut Sinar Surya Negara
 
 
Encouraged by:
Institut Sinar Surya Negara (https://suryanegara.or.id/)
Ahmad Rusli (DIREKTUR); WA: 0813 6138 0815
  
   
]]>
<![CDATA[Fun with English: Cara Nyaman dan Menyenangkan dalam Belajar bahasa Inggris (Part-3): Menemukan Gaya Belajar Sendiri]]>Mon, 17 Feb 2020 17:55:58 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/fun-with-english-cara-nyaman-dan-menyenangkan-dalam-belajar-bahasa-inggris-part-3-menemukan-gaya-belajar-sendiriTags: Pendidikan, Pendidikan Bahasa Inggris
Picture
Nyatanya, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang hampir digunakan dalam segala aspek perkembangan ilmu dan pengetahuan. Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa pengantar maupun sebagai objek pelajaran bagi kebanyakan pelajar di dunia. Akan tetapi, umumnya, pelajar di Indonesia merasakan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang sulit bahkan membosankan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, seperti bahasa Inggris bukan bahasa asli/bahasa Ibu di Indonesia ataupun bukan menjadi bahasa kedua, penggunaan bahasa Inggris yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari, sulitnya mempelajari tata bahasa dalam bahasa Inggris (Grammar/Structure), dan lain sebagainya.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa cara maupun metode yang efektif dan praktis diterapkan sehingga mindset terhadap pelajaran bahasa Inggris itu berubah. Dari yang berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit hingga yang beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris itu menjadi fun.
 

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
  1. Bersikap positif;
  2. Termotivasi;
  3. Menemukan gaya belajar sendiri;
  4. Menciptakan lingkungan belajar yang sempurna (nyaman & menyenangkan);
  5. Membaca;
  6. Membuat catatan yang efektif;
  7. Mempelajari teknik menulis yang canggih;
  8. Bepikir kreatif dan cerdas;
Mengembangkan pengetahuan/pemahaman yang menakjubkan.

3. Menemukan Gaya Belajar Sendiri
Gaya belajar ialah cara memahami suatu materi pelajaran. Gaya belajar berkaitan erat dengan teknik, strategi, ataupun pendekatan. Setiap orang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri. Ada yang memiliki gaya belajar aktif, dan ada yang mampu menjalankan gaya belajar pasif.

Gaya belajar aktif ialah bentuk keaktifan si pembelajar dalam menggali dan memahami materi pelajaran. Ia cenderung menggunakan berbagai aspek yang mendukung untuk membantu ia dalam memahami materi pelajaran. Dengan kata lain, si pembelajar tidak hanya mengandalkan penjelasan ataupun pemaparan pelajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Akan tetapi, ia lebih giat dan termotivasi menggali lebih dalam lagi terkait materi pelajaran yang diberikan kepadanya.

Di sisi lain, gaya belajar pasif merupakan cara belajar yang cenderung mengandalkan apa yang didapati di dalam proses pembelajaran. Tidak terdapat usaha ataupun motivasi yang lebih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam hal ini, si pelajar hanya mengandalakn penjelasan yang disampaikan oleh guru di dalam proses pembelajaran sebagai bekal atau dasar dalam memahami materi pelajaran.

Terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris, kedua gaya belajar di atas juga berlaku. Artinya, umumnya si pembelajar bahasa Inggris memiliki gaya belajar yang aktif dan gaya belajar yang pasif. Akan tetapi, gaya belajar pasif kurang tepat dimiliki seseorang bila hendak menguasai pembelajaran bahasa Inggris. Sebab, bahasa Inggris merupakan materi pelajaran yang banyak membutuhkan praktik dalam memahami ataupun menggali keluasan ilmu pembelajaran bahasa Inggris. Dengan kata lain, gaya belajar aktif adalah gaya belajar yang lebih tepat digunakan oleh si pembelajar dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Inggris.

Nyatanya, terdapat banyak gaya belajar yang mengacu kepada gaya belajar aktif. Misalnya, demonstrasi, metode latihan, metode bermain peran, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, berbagai gaya belajar-aktif dapat diterapkan oleh pembelajar bahasa Inggris dalam memahami dan menggali berbagai materi pelajaran dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.        
(Admin.)
(Fun with English Concept: Part-3)
]]>
<![CDATA[Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H.: BPC HIPMI Padangsidimpuan Menjadi Wadah Mengembangkan Potensi Fresh Young Entrepeneur di Kota Padangsidimpuan.]]>Mon, 03 Feb 2020 10:47:36 GMThttp://suryanegara.or.id/kilas/tua-alfa-olo-harahap-sh-mh-bpc-hipmi-padangsidimpuan-menjadi-wadah-mengembangkan-potensi-fresh-young-entrepeneur-di-kota-padangsidimpuan
Tags: *Sosial-Kemasyarakatan, * Young Entrepeneur *Kota Padangsidimpuan
HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ialah suatu organisasi independen yang menjadi wadah bagi para pengusaha muda yang bergerak di bidang perekenomian. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi non-partisan yang mulai didirikan pada tanggal 19 Juni 1972. Para penggagas berdirinya organisasi HIPMI, antara lain Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH, Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah. Dalam perjalanannya, HIPMI membawa suatu misi ataupun semangat, yakni menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan pemuda-pemuda Indonesia.
Picture
Seiring perkembangannya, HIPMI telah menyebarluaskan semangat Young Entrepeneur hampir di seluruh wilayah Indonesia melalui berbagai Badan Pimpinan Daerah (BPD) maupun Badan Pimpinan Cabang (BPC). Salah satu diantaranya adalah BPC HIPMI Padangsidimpuan.

Picture
Saat ini, BPC HIPMI Padangsidimpuan telah masuk pada periode kedua, yakni BPC HIPMI Padangsidimpuan Periode 2020-2023. Dalam periode berjalan tersebut, BPC HIPMI Padangsidimpuan dinahkodai oleh Ketua Umum, Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H., yang dilantik pada Kamis, 30 Januari 2020.

Salah satu misi yang dibawakan oleh Tua Alfa Olo Harahap, S.H., M.H. adalah “Mendorong Potensi Anak Muda sebagai Entrepreneur baru di Kota Padangsidimpuan”. Melalui misi tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan Periode 2020-2023 berkeyakinan bahwa keberadaan BPC HIPMI Padangsidimpuan dapat menstimulus lahirnya potensi dan pergerakan Fresh Young Entrepreneur di Kota Padangsidimpuan.

Stimulus tersebut terlahir melalui berbagai kegiatan maupun pergerakan yang dibangun serta dikembangkan oleh BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan. Jadi, setiap pemuda di Kota Padangsidimpuan memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam mengisi pembangunan di Kota Padangsidimpuan, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan Periode 2020-2023 meyakini bahwa eksistensi BPC HIPMI Padangsidimpuan dapat meningkatkan minat dan keterlibatan pemuda dalam bidang Entrepreneur di Kota Padangsidimpuan. Dengan demikian, keberadaan serta eksistensi BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan dapat menjadi bentuk sinergitas pemuda di Kota Padangsidimpuan dalam mendukung program pemerintah dalam bidang pembangunan ekonomi di Kota Padangsidimpuan.
(Admin.)
]]>